Saham Asia Tergelincir ” Dampak Dari Melemahnya Ikuti Penurunan Wall Street

TOKYO – Saham Asia tergelincir pada hari ini setelah Wall Street mengalami penurunan.

Sementara itu dolar menguat di tengah suramnya data ekonomi Amerika Serikat (AS). Melansir Reuters, Kamis (29/12/2016), Jepang Nikkei N225 kehilangan 0,7%, jatuh dari level tertinggi dalam satu tahun baru-baru ini.

Indeks utama Australia turun 0,4%, setelah menyentuh level puncak 17 bulan di hari sebelumnya.

Sementara itu, indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang .MIAPJ0000PUS berubah sedikit 0,1%.

Mundurnya di Wall Street terjadi di tengah minimnya volume penjualan dan cenderung mencerminkan tindakan investor yang hati-hati tentang apa yang terjadi di tahun baru nanti.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 111,36 poin atau 0,56% menjadi ditutup pada 19.833,68 poin. Indeks S&P 500 merosot 18,96 poin atau 0,8% menjadi berakhir di 2.249,92 poin, dan indeks komposit Nasdaq kehilangan 48,89 poin atau 0,89% menjadi 5.438,56 poin.

Penjualan “pending home” (rumah yang pengurusannya belum selesai) jatuh pada November ke level terendah dalam hampir satu tahun, karena kenaikan cepat suku bunga KPR (hipotek) dan tidak cukup persediaan membuat putus asa beberapa calon pembeli, menurut National Association of Realtors, Rabu.

Sementara itu, kurs dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang utama lainnya pada Rabu (Kamis pagi WIB), meskipun data ekonomi yang keluar dari negara itu negatif.

Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi USD1,0405 dari USD1,0455, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2215 dari USD1,2280.Dolar Australia turun menjadi USD0,7182 dari USD0,7185.(rai/okezone.com)

   Halaman Selanjutnya=>   
Loading...