,

Jangan Fokus Pada Bagaimana Caramu Melahirkan || Calon mama perlu baca nih…

Detikzone.com – Melahirkan adalah sebuah hal yang sangat di nanti – nanti setiap pasangan suami istri tentunya, Sudah selama 9 bulan kita sudah merawat kandungan dengan baik, kasi asupan yang bergizi buat si adik.

Tapi ada aja dan pengalaman seorang wanita pasti kadang takut bila di taya , bagaimana nanti lahiranya , mac CC< atau normal, ?

Berikut adalah cerita menarik dari seorang wanita, yang hingga tulisanya di laman Facebook ini menjadi viral, karena sejak 2 juni, hingga kini kami tulis sudah ada 13 ribu membagikan dan 9. ribu like,

Seperti apa isi nya silahkan baca di sini yang sudah kami kutipan untuk anda :

“Pak, istrinya memang tipikal tahan sakit ya? Ga pake teriak2 atau aduh2, tau2 bukaan sudah lengkap aja..” ujar residen yg sedang bertugas di ruang VK saat proses melahirkan Shana.
Wooowww.. bu dokter itu belum liat pas saya lahiran Alma dulu.. teriak2 berisik, kloget2 kayak uler keket setiap kali kontraksi datang, sampe bikin bidan jaga di RS pada kesel.. 😁😁😁

Alma dan Shana sama2 lahir pervaginam dengan induksi, sama2 suakiiittt. Bedanya, ketika hamil Alma dulu saya cenderung menganggap remeh kekuatan pikiran, belum tahu apa yang perlu dipersiapkan saat menghadapi proses persalinan. Jadi, setiap kali mulas kontraksi itu datang, yg keluar dari mulut saya adalah “Aduh..”, “Sakiiit..”, “Aku nggak kuat..”, dll. Kata2 dan kalimat negatif. Lalu, apa hasilnya setelah meneriakkan kata2 tersebut?

Boro2 sakitnya ilang atau berkurang, yg ada saya justru makin kesakitan, energipun habis untuk mengeluh dan merintih. Sampai nyaris pingsan di tengah proses persalinan.

Pengalaman itu cukup traumatis untuk saya. Yang terpatri di otak saya adalah, “Ternyata melahirkan dengan induksi itu nggak sakit, tapi sakiiiiitttt bangeeettt..”

Saya pun salah kaprah. Saya menyalahkan induksi sebagai biang kerok kesakitan saya.
“Pokoknya, persalinan selanjutnya saya nggak mau diinduksi. Titik.”

Sayangnya tekad saya tersebut tidak terwujud. Hampir 4 tahun kemudian, saya dihadapkan pada kenyataan bahwa saya harus kembali di induksi.

Untungnya, kali ini saya agak lebih siap dari persalinan sebelumnya.

Saya aktif mencari info soal gentlebirth, saya aktif mengikuti yoga hamil, saya banyak sharing dengan kawan2 maupun bidan, saya berusaha mencari info untuk menghadapi persalinan dengan nyaman.

Dari proses belajar ini, saya baru tahu bahwa saya salah. Gentlebirth bukan soal bagaimana cara kita melahirkan. Apakah pervaginam alami, pervaginam dengan intervensi seperti induksi / vakum, atau bahkan sectio.

Bagaimanapun cara kita melahirkan, kita tetap bisa melaluinya dengan nyaman. Tidak perlu anti pada induksi, vakum, maupun SC. Bagaimanapun cara melahirkan, yg terpenting adalah ibu dan bayi selamat.

Seperti yang dikatakan oleh instruktur senam hamil saya yang juga seorang bidan, “Percayakan pada Tuhan dan Nakes yang membantu persalinan. Apapun cara melahirkan yang dipilihkan Tuhan untuk kita adalah yang terbaik. Apapun saran yg diberikan oleh Nakes, juga pasti sudah dipertimbangkan resikonya. Mana yg terbaik untuk ibu maupun bayi, itulah yang harus diupayakan.”

Jadi jangan fokus dengan “Bagaimana cara kita melahirkan nanti.” tapi fokuslah pada pemberdayaan diri, persiapkan fisik maupun mental untuk menghadapi persalinan, tanamkan pikiran positif di kepala kita.

Tadinya itu hanya sekedar omong kosong untuk saya, sampai saya membuktikannya sendiri.
Dalam proses melahirkan Shana, saya kembali dihadapkan dengan induksi. Tapi kali ini, saya buang jauh2 perasaan takut, saya buang jauh2 pikiran negatif, saya bertekad tidak akan mengeluh dan berkata ‘sakit’.

Saya berusaha rileks ketika perawat membawa saya ke ruang VK. Berusaha legowo ketika obsgyn jaga memberikan saya induksi melalui pil kecil yang harus saya letakkan di bawah lidah.

Dan ketika kontraksi itu mulai datang, saya berusaha menikmatinya dengan tenang, menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan teratur, memikirkan dan mengucapkan kalimat2 positif, “Ya Allah..”, “Aku pasti bisa”, “Aku kuat”, “Semuanya akan lancar dan baik2 saja”.

       Halaman Selanjutnya      
Loading...