,

Jagoanku Pergi ke “SURGA”

Denyut nadi 70 kebawah itu rasanya seperti tenggorokan kita lagi di ‘cekek’ bu. Bayangin gimana kalo kita lagi di ‘cekek’? Engap bu susah untuk menghembuskan nafas” dokter menerangkan.

Ya Allah, aku hanya bisa menangis dan istigfar. Lailaha ilallahu … Aku pun bertanya “tapi ada kemungkinan untuk sembuh kan dok?”. “kemungkinannya sedikit sekali. Ibu banyak² berdoa ya untuk hafizh” ucapnya. Aku dan suamiku sudah putus asa, doa dan sholat kami panjatkan untuk kesembuhan hafizh anak kami. Hanya mukjizat dari Allah yang bisa menyembuhkannya.

Kami pun menunggu diluar ruangan. Berharap ada perubahan dari kondisi hafizh. Sampai pada pukul 10.00 kami pun dipanggil lagi oleh dokter. Rasa takut, tegang, deg degan. bercampuran didalam hatiku. “Ya Allah semoga keadaan hafizh baik baik aja” kataku cemas.

Dokter memanggil aku dan suamiku ke ruangan PICU. “pak, bu … Ibu sama bapak disini aja ya. Boleh dibisikin dd nya biar dia semangat” Ya Allah tak tega rasanya melihat bayi sekecil itu tubuhnya dipenuhi selang, infusan, dan bekas suntikan kanan kiri.

Nafasnya sudah mulai tersendat sendat sampai dadanya dibantu dokter dengan di tekan tekan pakai jarinya. Matanya sudah mulai lemas dan membiru, ku elus kepalanya sambil ku bacakan doa doa agar hafizh diberikan mukjizat oleh Allah. Usahaku pun gagal, akhirnya aku menyerah dan pasrah. “de, kalo dd mau pergi, bunda, ayah dan semuanya udah ikhlas ko. Bobo yg tenang ya de.

Bunda sayaaanggg banget sma dd hafizh” ucapku dalam isak tangis. Kucium keningnya dan tak lama hafizh pun “tiada”. Innalilahi wa innalillahi roji’un. Semua menjadi sangat gelap. Duniaku telah pergi untuk selamanya. Tangis ku dan tangis suamiku meledak. Segeralah kami menghubungi keluarga kami. Pukul 10.08 wib tanggal 30 juli 2017 Hafizh telah pergi meninggalkan kami. Suara tangis tak henti dari diriku dan keluarga.

“Ya Allah, jika ini yg terbaik. Lindungilah hafizh, berikanlah ia tempat yang indah di surgaMu. Berikanlah ketabahan dan kekuatan untuk kami yang ditinggalkan. Amiin”

Sumber : Fitria Indah Lestari

       Halaman Selanjutnya      
Loading...