,

Jagoanku Pergi ke “SURGA”

Bahagianya aku, anakku kini sudah sepasang. Yang pertama perempuan, dan yang kedua laki laki. Tak pernah sedikitpun aku berfikir akan kehilangan salah satu dari mereka. Sampai saatnya sang Ilahi menjemput putraku ke “SURGA” :’).

Pagi itu, tgl 17 juli 2017 kami sekeluarga akan mengadakan pesta cukur rambut dan aqiqah untuk hafizh. Kami pun menginap dari seminggu yang lalu dirumah ibu mertuaku (acara diadakan dirumah ibu mertuaku, karna di rumahku lingkungannya terlalu sempit). Akhirnya pada malam acara itu putraku Hafizh ku bawa ke ruang tamu.

Karna banyak tamu yg ingin melihat hafizh, aku terlalu sibuk dengan tamu, sampai² aku tak menyadari kalau ada orang yang sedang merokok. Awalnya hafizh baik² saja tak ada kendala. Sampai 2 hari sesudah acara itu, hafizh batuk² dan nafasnya tersendat sendat (sesak). Aku memberitahukan suamiku tentang keadaan hafizh, akhirnya aku diberikan obat batuk. Karna hafizh masih terlalu kecil, aku yang minum obatnya (saat itu aku menyusui).

Sampai pada tgl 27 juli 2016, batuk dan sesak yang dialami hafizh tak kunjung sembuh juga. Akhirnya kami membawa hafizh ke bidan, dan ditolak dengan alasan masih bayi dan mereka takut memberi obatnya. Ada juga yang bilang harus dibawa kerumah sakit karna nafasnya sangat sesak.

Kami pun langsung memutuskan pergi ke rumah sakit malam itu. Tepat di tgl 27 juli 2017 pukul 20.30 usia hafizh 1 bulan dan malam itu juga hafizh masuk rumah sakit :'( Ya Allah berat rasanya melihat putraku yang masih terlalu kecil masuk keruang IGD dan divonis mengalami Pneumonia berat, kalau aku bisa meminta …

Aku saja yang terkena penyakit itu daripada aku harus melihat hafizh terbaring lemah dengan infusan, oksigen, suntikan, dan lain lain :'( setiap detik, aku hanya menginginkan kabar baik yang diucapkan oleh dokter. Sampai pada akhirnya, hafizh harus melakukan rotgen agar bisa diteliti lebih dalam penyakitnya. Kami pun meng’iyakan saja apapun yg dilakukan dokter asalkan semuanya demi kebaikan hafizh. Hasil rotgen pun keluar, tetapi kami belum diberitahu apa hasilnya oleh dokter.

Tgl 28 juli 2017 pukul 05.00 hafizh pun dibawa keruang rawat inap, dokter bilang kondisinya mulai membaik. Lega rasanya mendengar kabar baik itu.

“ibu, ini anaknya jangan disusuin dulu ya sampai sore, karna takut tersedak. Nanti kita akan pasangkan selang lewat hidung. Jadi nanti minum susunya pake selang” kata dokternya. Astagfirullah, aku hanya seorang ibu. Apa bisa aku tega melihat anakku sendiri menangis karna kehausan dan tidak aku beri susu???

Dalam hatiku berkata. Aku hanya mengangguk tanda meng’iyakan perkataan dokternya. Sedikit demi sedikit air mataku menetes, mendengar suara isak tangis dari anakku sendiri yang sudah mulai serak karna semalam di ruang IGD juga hafizh tak boleh diberi susu. Hanya cairan dari infusannya yang masuk kedalam tubuhnya.

       Halaman Selanjutnya      
Loading...